Minggu, 01 Januari 2012

:MAHAMERU:


Kronologis Kenal Medan Gunung Hutan
Sabtu/Jum’at 10-16 Juli 2010
by: R.nofrinaldi (CAPUNK) 
Semuanya berawal pada, malam ini. Jumat, 9 Juli 2010. Pembukaan Muktamar dan Kenal Medan (MKM) Mapala Tursina dilaksankan jam 7 malam. Esoknya, Sabtu, 10 Juli 2010. Peserta dari setiap divisi diberangkatkan ke medannya masing-masing. Untuk divisi Gunung Hutan (GH), akan berangkat ke Ranupane. Di sana kami akan melakukan pendakian ke puncak Mahameru. Dalam pendakian ini juga akan disisipi berbagai materi tentang gunung hutan.
Sabtu pagi, 10 Juli 2010. Peserta berkumpul di gedung SC UIN Maliki Malang untuk registrasi bagi yang belum. Setelah registrasi, peserta ditarik untuk ikut Technical Meeting (TM) sampai Siang. Setelah itu, peserta diarahkan untuk mengikuti seminar sampai sore. Seusai seminar, peserta di berangkatkan ke medannya masing-masing.
Peserta MKM divisi GH baru datang di Ranupane sekitar jam 11 malam. Di sana, peserta diajak menginap di balai desa setempat. Semalam itu, peserta makan bersama di balai desa. Peserta mendapat jatah nasi bungkus dari panitia, Setelah makan bersama, peserta diajak ramah tamah. Setiap orang yang hadir dib alai desa itu, wajib memperkenalkan diri. Semuanya memperkenalkan diri satu per satu. Ketika, semuanya, sudah memperkenalkan diri. Tidak ada lagi yang mesti dilakukan kecuali bergurau dan tidur. Benar saja, semua orang hanya bergurau sampai letih dan kemudian tidur. Bahkan ada yang sudah tertidur pules lebih awal.
Minggu, 11 Juli 2010. Pagi-pagi, semuanya, peserta dan panitia. Terbangun dari tidur semalam. Meski suhu di Ranupane sangat dingin menggigil, kami tetap memaksakan untuk bangun, karena memang sudah waktunya bangun, Di depan balai desa Ranupane terdapat tanah lapang yang langsung terhubung dengan danau Ranupane, Diana, semuanya berkumpul untuk memulai pagi yang cerah. Untuk pemansan, kami senam bersama. Tidak semuanya ikut, hanya beberapa, peserta dan panitia, saja. Yang lain mungkin masih sibuk dengan kepentingannya masing-masing . Sesaat  setelah senam peserta briefing sejenak tentang apa saja yang akan dilakukan hari ini. Sepertinya peserta sudah paham semua tentang apa yang harus dilakukan. Langsung saja, peserta masuk ke balai desa untuk packing dan mengambil carrier masing-masing. Kemudian, semuanya bergerak ke Ranu Regulo, karena aktivitas selanjutaya akan difokuskan di Ranu Regulo selama, hari ini.
Sebenarnya, pagi ini akan dilaksanakan semacam ceremonial pembukaan Kenal Medan divisi GH. Tidak terlalu formal, sifatnya hanya permisi saja kepada tokoh masyarskat setempat. Tapi, upacara ini beru dilaksanakan. Karna kepala desanya tidak ada. Menurut warga. setempat, Pak Kades pergi ke rumah bapaknya yang meninggal dunia. Kebetulan rumah bapaknya yang meninggal sangat jauh dari Ranupane. Jadi agak sulit untuk dihubungi. Selain itu, bapak camat yang seharusnya datang pagi ini juga tidak ada. Kantor Kecamatan yang jauh dari Ranupane juga menyulitkan panitia, untuk menghubunginya.
Ranu Regulo, tidak jauh dari Ranupane, tempat kami menginap semalam. Berjarak sekitar 15 menit per jalanan kaki. Disini juga terdapat danau seperti halnya di Ranupane. Hanya saja luasnya lebih kecil. Sesampainya di Ranu Regulo. Peserta, diminta untuk mendirikan tenda dome. Sebelumnya, peserta sudah dibagikan dalam, kelompok-kelompok. Terdapat empat kelompok dari total 22 Peserta.
Sekitar jam 8 pagi, sudah waktunya, sarapan. Peserta mendapat nasi bungkus dari panitia. Pada, hari ini juga, materi pertarna akan dimulai, yakni; materi manajemen expedisi. Tapi, terdapat kendala yang menyebabkan materi pertama ini urung dilaksanakan, pematerinya belum juga datang . Untuk mengisi kekosongan waktu ini. Peserta diaajak untuk membahas tentang navigasi darat Peserta diberi peta tematik. Berupa peta buta, hanya terdapat informasi titik-titik ketinggian, garis lintang dan garis karfak. Peserta tampak antusias membahas materi ini.  
Tidak terasa, hari sudah siang. Matahari bersinar terik, tetapi tetap saja terasa dingin. Meski belum lapar, ternyata nasi bungkus dan sie konsurmsi sudah datang lagi. Kami pun makan lagi. Setelah makan siang. Seharusnnya, masih ada materi, yaitu materi navigasi darat. harems pemateri belum juga datang. Kami hanya berkumpul-kwnpul sambil. bergurau. Berbagi cerita, dan pengalaman menarik. Hari ini sangat menyanangkan.
Sorenya, tiba-tiba hujan turun. Sangat tidak terduga, karma siangnya matahari bersinar cerah. Kami langsung masuk ke dalam dome masing-masing. Hujan mi tidak terlalu degas, tapi berlangsung cukup lama. Sudah terasa semakin dingin saja.
Hujan mulai reda. Semuanya normal kembali. Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu datang. Pematerinya sudah datang. Saat itu juga. dua orang panitia, berangkat menjemput nasi bungkus untuk makan malam. Sebelum malam, porter makan malam sudah datang. Nasi sudah siap disajikan. Sebelum dibagikan, peserta diajak ke shelter untuk mengikuti materi navigasi darat. Karena, keterlambatan pemateri, waktu penyampaian materi navigasi darat dipindah ke, malam hari yang sudah disepakati sebelumnya dengan panitia. Di shelter peserta mendapat meteri navigasi darat dari Kang Tommy selama satu jam lebih. Setelah mater navigasi darat selesai  disarapaikan. Peserta, mendapat makan satu bungkus nasi. Karena, situasi di luar masih hujan. Peserta memutuskan untuk menyantap makanan

 

 
Senin, 12 Juli 2010. Masih di Ranu Regulo. Kami bangun pagi-pagi. Setelah semuanya bersih dan siap. Peserta, diajak senam. bersama. Setelah senam, peserta briefing tentang spa saja yang akan dilakukan hari ini. Terutama tentang perjalanan menuju Ranu Kumbolo, camp berikutnya. Kemudian, seusai briefing pesrta diberi jatah makan untuk yang terakhir kalinya dari panitia Karena setelah ini dan seterusnya, peserta wajib masak sendiri.
 Setelah sarapan, panitia damp packing barang-barang dan peralatan masing-masing. Sebelum perjanan dimulai Kami berkumpul untuk berdoa bersama. Semoga segala, perbuatan kita diridhai Allah SWT. Dan foto bersama, Perjalanan dimulai ke, pos
 
pendakian di Ranupane untuk izin. Kami berhenti sebentar disana dan langsung melanajutkan perjalanan. Seluruh peserta dan empat panitia serta pemateri welanjutkan Paualanan melalui jalur ayak-ayak (G. Ajek-ajek). Sementara itu, panitia yang lainnya melanjutkan perjalanan melalui jalur konvensional yang landai tapi lebih jauh.
Di jalur ayak-ayak. Perjalanan menanjak dari awal sampai puncak Gunung Ajek-ajek, Kemudian menurun curam menuju Ranu Kumbolo. Jalur ini sangat ekstrim, tapi lebih cepat dari jalur konvensional. Pada awalnya, peserta sangat bersemangat menyusuri jalur ini. Tapi, saat jalur yang dilewati semakin menanjak. Sebagian peserta mulai  berhenti untuk beristirahat sejenak. Bahkan panitia juga butuh beristirahat.
Peristirahatan pertama Kami berhenti untuk beristirahat dan orientasi medan. Peserta membidik puncak G. Ajek-ajek dan G. Regulo, dengan kompas prisma untuk memngetahui koordinat posisi dalam peta. Dari GPS, karena yang lebih cepat untuk mengetahui posisi. Diketahui bahwa kami berhenti pads titik S 08001'12" dan T 112055'419". Kami berhenti cukup lama disana. Kemudian pedalanan dilanjutkan. Jalur yang dilewati semakin menanjak saja dan semakin menguras energi. Dan sampailah kami di tempat yang lumayan landai. Di sana kami beristirahat dan orientasi medan. Dari angka yang muncul di LCD monitor GPS diketahui bahwa kami beristirahat di titik S 08001'35" dan T 112055'32". Tidak seberapa lama kami berhenti di sana. Kami langsung melanjutkan per jalanan.
Perjalanan yang melelahkan ini mengantarkan kami sampai di puncak G. Ajek-ajek. Disini kami berhenti lumayan lama untuk bersistirahat dan orientasi medan. Lagi-lagi, dari layer GPS diketahui bahwa kami berhenti di titik S 08°01'55" dan T 112055'01-. Dari titik ini kami bisa melihat ke arah dua jalur dibawah kami. Ke belakang, kami bisa melihat jalur yang tadi kami lewati. Ke depan, kami melihat jalur yang akan kami lewati sangat curam.
Kami melanjutkan perjalanan agar cepat sampai Ranu Kumbolo dan bisa beristirahat sepuasnya. Kami menyusuri jalur yang curam. Turun ke bawah dan terus maju ke depan. Dan pada akhirnya kami sampai di tempat yang landai untuk istirahat sejenak. Kami tidak berorientasi medan di sini. Setelah memulihkan  energi yang terkuras kemi melanjutkan perjalanan.
Sebelum sampai Ranu Kumbolo. Kami disambut padang sabana yang sangat luas. Diantara perbatasan pepohonan besar dan padang sabana. Terdapat dua orang warga, mungkin warga Ranupane, sedang duduk-duduk santai dengan anjing-anjingnya. Anjing mereka ini membuat kami harus jaga jarak. Karma anjingnya menggonggong terus ketika kami hendak lewat. Takut diterkam.
Ketika melewati padang sabana yang luas. Kami takjub dengan pemandangan sekitar. Di padang sabana yang luas ini. Dan kejauhan rekan kami tampak sangat kecil. Kami menyusuri jalan di tengah padang ini  kami sampai di Ranu Kumbolo. Di sana kami akan bermalam.
Sesampamya di Ranu Kumbolo. Kami mendirikan tenda dome masing-masing. Peserta harus  mendirikan dome dan memasak. Mulai hari ini, Peserta memasak sendiri kalau mau makan. Di sini kami juga berorientasi  medan, dari GPS diketahui kami berada pada titik S 08°03'04" dan T 112055'03".
Petang, ketika matahari mulai terbenam. Peserta dihimbau, untuk berkumpul di
shelter untuk mengikuti materi berikutnya setelah makan. Waktu berselang dan peserta, pun sudah berkumpul di shelter. Di sini peserta, mendapat materi tentang survival. Mated berlangsung santai. Tidak hanya pemateri saja yang berperan aktif disini, tetapi pesertanya juga. Kami sharing, kami berbagi cerita, dan pengalaman tentang teknik-teknik survival dan apa saja yang bisa dimanfaatkan di hutan selama menjadi survivor. Kami belajar segalanya. Mulai dari membuat api sampai mengenali vegetasi di hutan yang dapat dikonsumsi dengan aman. Sampai materi berakhir, kami masih disan, untuk mempererat hubungan kita.
Selasa, 13 Juli 2010. Seluruh peserta dan panitia bangun pagi untuk mempersiapkan perjalanan berikutnya. Seperti hari sebelumnya, setelah bangun pagi, semuanya. membersihkan diri masing-masing. Entah sekedar cuci muka atau, sikat gigi. Selanjutnya senam pagi dan  packing dan sarapan. Semuanya sibuk dengan urusannya masingm masing.
Sebelum keberangkatan ke kalimati. Peserta, dan panitia, serta pemateri berkumpul untuk briefing dan berdoa bersama, untuk mengawali Tepat sebelum berangkat. Kami berfoto bersama. Bersama peserta, bersama panitia, bersama. pemateri. Tidak semua, panitia, ikut meneruskan perjalanan. Dua orang panitia, ditinggal di Ranu Kumbolo, sebagai base camp. Di sana, peserta, boleh menitipkan barang yang sekiranya tidak perlu dibawa, ke kalimati.
Kali ini perjalanan kami langsung dambut tanjakan ekstrim. Yaitu tanjakan cinta Awal perjalnan yang sangat melelahkan. Ketika melewati puncak dan menuruni bukit, kami sampai di Oro-pro Ombo. Sebuah padang sabana yang lebih luas dari pada padang sabana, yang kami lewati  kemarin. Sesampainya di Cemoro Kandang. Perbatasan antara padang sabana dan vegetasi pepohonan besar. Kami berhenti untuk beristirahat. Selain beristirahat, di sini kami juga, berorientasi medan untuk menentukan letak kami dipeta. Diketahui posisi kami berada pada titik S 08003'39" dan T 112054'03". Disini, pemateri juga meminta para peserta untuk mencari dan mengumpullm segala vegetasi yang mungkin bisa dikonsumsi untuk dibabas di pemberhentian peristirahatan berikutnya. Pengumpulan vegetasi ini merupakan lanjutan dari materi survival semalam.
Selama perjalanan. Peserta mengumpulkan berbagai macam vegetasi yang mungkin bisa dikonsumsi oleh seorang survivor. Berbagai macam tumbuhan dapat dikumpulkan peserta seperti, arbei hutan dan strawberry hutan. Sesampainya, di Kalimati. Kami berhenti untuk beristirahat dim membahas berbagai macam tumbuhan bisa, langsung dimakan dan beberapa, lainnya harus dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Bahkan ditentukan beberapa tumbuhan yang bisa dugunakan sebagai obat
Perjalanan dilanjutkan menuju Jomplangan. Tempat peristirahatan berikutaya di tengah hutan. Kami berjalan menyusuri jalur yang sebagian tertutup semak belukar. Di jomplangan kami beristirahat sangat lama. Kami memasak air untuk membuat kopi atau teh. Kami makan biskuit dan roti untuk mengganjal perut supaya bisa melanjutkan perjalanan selanjutnya. Di Jomplangan ini kami berorientasi lagi dan di ketahui bahwa kami sedang beristirahat di titik S 08004'28" dan T 112054'50".
Kalimati semakin dekat. Kami langsung melanjutkan pajalanan menuju kalimati yang tidak jauh lagi. Kami melewati Jambangan sebelum sampai di Kalimati. di Kalimati kami berisitirahat disini. Bermalam separuh malam sebelum melenjutkan pendakian ke puncak. Sampai di Kalimati, kami mendirikan dome dan memasak untuk makan malam. Kami masak lebih banyak dari biasanya karma akan membutuhkan banyak energi untuk per alanan menuju puncak Mahameru.
Setelah mendirikan dome dan memasak. Peserta di kumpulkan lagi guna mengikuti materi selanjutnya, yakni mateir tentang manajemen perjalanan dan manajemen gizi. Di situ dibahas semua hal tentang perencanaan perjalanan sampai kandungan gizi dan protein yang dibutuhkan oleh seorang pendaki. Kali ini materi disampaikan sore-sore saat hawa semakin dingin. Sore ini juga di babas tentang persiapan perjalanan ke puncak nanti malam.
Peserta diberitahukan bahwasannya malam ini. Sekitar jam 11 atau jam 12 malam harus bangun untuk melanjutkan perjalanan ke puncak. Artinya, peserta. dan panitia harus tidur lebih awal.
Beberapa saat kemudian, ketika semuanya sudah siap untuk beristirahat. Hujan tiba-­tiba menggguyur. Hujannya deras sekali. Kami hawatir kami gagal berangkat kepuncak malam ini. Di luar dugaan. Ketika hujan semakin deras. Tenda dome panitia kebanjiran. Ternyata, tempat panitia mendirikan tenda adalah jalumya air ketika sedang hujan di Kalimati. Spontan para panitia menyelamatkan diri. lari menuju shelter. Panitia cepat-cepat memnyelamatkan barang yang memungkinkan diselamatkan saat itu juga. Beruntung para peserta yang mendirikan di tempat yang lebih tinggi. Mereka tidak kebanjiran seperti halnya panitia Mereka tertidur pules.

Saat menunggu hujan reda. Panitia berlindung di shelter. Saat hujan sedikit reda. Panitia mengevakuasi barang-barang di dome ke shelter. Dan ketika hujan sudah reda, tenda dome dipindah ke tempat yang lebih tinggi agar tidak kebanjiran lagi. Ketika semuanya sudah bares. Semuanya tidur lagi.
Rabu, 14 Juli 2010. Kami terlambat bangun dari rencana awal keberangkatan ke puncak. Kami berencana berangkat sekitar jam 12-an, tapi bare terbangun sekitar jam setengah dua. Keterlambatan ini membuat pantia berpikir apakah tetap melanjutkan perjalanan ke puncak malam ini atau dibatalkan saja. Dengan keyakinan yang mantap. Kami mernutuskan untuk tetap melanjutkan perjalanan malam ini. Didukung oleh cuaca yang cerah.Terlihat bintang bertaburan di langit Kami membangunkan semua peserta. Ternyata peserta sudah siap berangkat. Langsung saja peserta diberangkatkan menuju kepuncak.
Di perjalanan ke puncak di malam yang gelap ini. Setiap orang dipersenjatai dengan senter masing-masing. Sorotan cahaya senter saling bertabrakan.Perjalanan menuju puncak. Jalur yang kami lewati menanjak terus. Dari awal sampai akhir Tidak ada tempat landai selain di sekitaran Arcopodo. Kami tidak bisa, memaksakan diri. Setiap badan terasa, lelah, kami harus berhenti untuk beristirahat. Perjalanan menuju puncak ini sangat melelahkan danbutuhperjuangan.
Ketika, sampai di puncak. Matahari sudah terbit. Dipuncak sana kami bersyukur telah diberi kekuatan sehingga kami sampai di puncak. Kami tidak bisa,
berlama-lama di puncak karena suhu yang sangat dingin. Sebagian peserta turun lebih dahulu karena tidak tahan kedinginan. Diwaktu yang singkat ini. Kami berfot-foto ria, di puncak. Setelah puas berfoto, kami turun dan puncak dengan hati puas. Apalagi seat turtm tidak dibutuhkan tenaga, terlatu banyak. Tetapi, tetap harus berhati-hati. Kami menurum puncak mahameru yang berpasir hingga masuk ke hutan pinus di Arcopodo.
Kami makan pagi di Kalimati. hari ini juga kita akan turun, kembali ke Ranu Regulo. Semua peserta, dan pantia mempersiapkan segalanya, packing dan sarapan. Di Kalimati tidak ada, sumber air. Kalau mau mengambil air harus turun ke Sumber Mani. Di sana terdapat sumber air yang mengalir.
Tujuan selanjutnya adalah pulang. Kembali ke Ranu Kumbolo lulu. perjalanan ini terasa cepat. Kami kebanyakan jalur yang kami lewati landai dan menurun. Kami tetap, berhenti untuk beristirahat tapi tidak perlu terlalu lama.  melewati jalur yang sama dengan jalur yang kami lewati ketika berangkat kemarin. Kami melewati Jambangan, Cemoro Kandang, Oro-oro Ombo, dan sampai di Ranu Regulo.
Di Ranu Regulo kami masih harus bermalam semalam lagi. Karena tidak mungkin melanjutkan perjalnan karena sudah sore. Dan lagipula masih ada materi yang tersisa. Materi SAR. Malam ini adalah malam terakhir di alam bebas.
Seperti hari-hari sebelumnya. Setiap sore selalu turun hujan. Kadang deras dan kadang biasa-biasa, saja. Sore ini, materi tidak dapat disampaikan di shelter yang sama dengan kemarin karena Belum dihuni oleh pendaki lain. Kami menggunakan shelter belakang yang lebih kecil. Tapi tetap nyaman, bahkan mungkin lebih hangat karena, berdesak­desakan.
Setelah materi disampaikan. Kami semua kembali ke dome masing-masing untuk berisitirahat. Menikmati sisa, kehidupan di alam bebas ini. Besok kami akan pulang.Kamis, 15 Juli 2010. Masih di Ranu Kumbolo dan masih tetap seperti hari-hari sebelumnya. Kami bangun pagi dan membersihkan diri masing-masing dilanjutkan masak, makan dan packing, sebelum berjalan pulang ke Ranupene.


Pada perjalanan pulang kali ini kami tidak lewat jalur ayak-ayak, melainkan melalui jalur konvensional, Ketika, semua sudah sampai dan packing. Kami bersiap-siap untuk perjalanan pulang ini. Jalur konvensional memang lebih jauh tapi lebih landai. Tidak cepat menguras tenaga. Kami berjalan cepat hari ini, jalannya, tidak hanya landai, tapi juga menurun. Kami menyusun jalan yang panjang. Melewati lereng bukit dan lembah. Melewati tebing yang tinggi. Perjalanan yang panjang ini mengantarkan kami kembali ke Ranupane
Di Ranupane kami masih hares menunggu truk yang akan mengantar kami pulang ke Malang yang tak kunjung datang. Beruntung ada truk lewat dan bersedia, mengantar kami dengan harga bersahabat. Dalam perjalanan pulang ini, sempat terasa kendala. Roda truk yang kami tumpangi hampir terlepas dari as-nya. Beruntung sopir dan penumpang menyadarinya sebelum peristiwa, yang lebih buruk tadi.
Setelah sampai di UIN Malang kamipun beristirahat dan bercengkrama, dan saya berpisah dengan bang Buaya (Adi), aku berangkat ke Jakarta bersama anak- anak Ranita, setelah dua hari di Jakarta akupun langsung beli tiket ke Pekanbaru,

Bentuk Kegiatan
Kegiatan MKM divisi Cmnung hutan (GH) ini adalah sebuah kegiatan pendakian bersama yang diselipi berbagai materi tentang GH. Berbagai ilmu yang bermanfaat untuk kegiatan di alam bebas.

Muatan Materi
1.       Navigasi Darat
2.    Survival
3.    Manajemen Expedisi
4.    Manajemen Gizi
5.       SAR


Hasil Kegiatan
Hasil dari kegiatan yang kami lakukan berupa  titik koordinat di beberapa tempat, seperti:
Ranu Regulo
S 08001'12"
T 112°55'41"

Ayak-ayak
S 08001'55"

T 112055'01"
Ranu Kumbolo
S 08'J03'04"

T 112055'03".
Cemoro Kandang
S 08003'39"

T 112054'03"
Jomplangan
S 08'J04'28"

T 112054'50"



Rekomendasi untuk MKM Berikutnya
Ø  Materi sekaligus aplikasi (praktek), malamnya materi, besoknya langsung aplikssi di lapangan
Ø  Penghijauan
Ø  Meninggalkan sesuatu hal yang bisa dikenang oleh warga, setemapat. Sehingga, jika, suatu saat nanti kita kembali. Masyarakat masih ingat dengan kita.
Ø  Materi yang disuguhkan lebih singkat dan jelas
Ø  Standardisasi materi MKM ke tingkat yang lebih tinggi karna setiap peserta. MKM sudah memiliki NIA yang pasti sudah paham tentang dasar-dasar meteri dan ingin belajar ilmu yang lebih lanjut lagi.

Daftar Peserta MKM Divisi GH
Kelompok 1
Nama asli
Nama lapangan
Asal organisasi
Arif Zanuar K
Teyeng
Mahaspala
Ahmad Lukman
Kakus
Mahaspala
M. Garry H
Vented
MPA. Meratus
R. Nofrinaldi
Capunk
MPA. Suska
Risky Akbar
Sotil
Himalaya

Kelompok 2

M. Syarif H
Copet
Mawapala
Irham W.P
Mongnker
Mapalaska
Ekki N.R
Jompal
Ranita
Awalludin mas choirul
Sogol
Mapala Pasca
Rendi S
Lincung
Himalaya
M.Ridhani F
Doweng
MPA. Meratus


Kelompok 3
Tezar Alfi Syahdan
Abuz
Arkadia
Hendra
Pinokio
Muhibbul Bi’ah
Aspul
Karu
Muhibbul Bi’ah
Yuda Azizil
Peta’
Maharipal


Kelompok 4
Dewi Mandasari
Nury
Mispala Cosmosentris
Fajar
Bito’
Mispala Cosmosentris
Abdurrahman
Kangguru
Mispala Cosmosentris
Budiman
Kangguru
Mapalasta
Firman Akbar
Biri-biri
Mapalasta
Novita Amir
Perkutut
Mapalasta
A.Yaqub
Cita’
Mappesompae


Tidak ada komentar:

Posting Komentar