Kronologis Kenal Medan Gunung Hutan
Sabtu/Jum’at 10-16 Juli 2010
by: R.nofrinaldi (CAPUNK)
Semuanya berawal pada, malam
ini. Jumat, 9 Juli 2010. Pembukaan Muktamar dan Kenal Medan (MKM) Mapala
Tursina dilaksankan jam 7 malam. Esoknya, Sabtu, 10 Juli 2010. Peserta dari
setiap divisi diberangkatkan ke medannya masing-masing. Untuk divisi Gunung
Hutan (GH), akan berangkat ke Ranupane. Di sana kami akan melakukan pendakian
ke puncak Mahameru. Dalam pendakian ini juga akan disisipi berbagai materi
tentang gunung hutan.
Sabtu pagi, 10 Juli 2010. Peserta berkumpul di
gedung SC UIN Maliki Malang untuk registrasi bagi yang belum. Setelah
registrasi, peserta ditarik untuk ikut Technical Meeting (TM) sampai Siang.
Setelah itu, peserta diarahkan untuk mengikuti seminar sampai sore. Seusai seminar,
peserta di berangkatkan ke medannya masing-masing.
Peserta MKM divisi GH baru datang di Ranupane
sekitar jam 11 malam. Di sana, peserta diajak menginap di balai desa setempat.
Semalam itu, peserta makan bersama di balai desa. Peserta mendapat jatah nasi
bungkus dari panitia, Setelah makan bersama, peserta diajak ramah tamah. Setiap
orang yang hadir dib alai desa itu, wajib memperkenalkan diri. Semuanya
memperkenalkan diri satu per satu. Ketika, semuanya, sudah memperkenalkan diri.
Tidak ada lagi yang mesti dilakukan kecuali bergurau dan tidur. Benar saja,
semua orang hanya bergurau sampai letih dan kemudian tidur. Bahkan ada yang
sudah tertidur pules lebih awal.
Minggu, 11 Juli 2010.
Pagi-pagi, semuanya, peserta dan panitia. Terbangun dari tidur semalam. Meski
suhu di Ranupane sangat dingin menggigil, kami tetap memaksakan untuk bangun,
karena memang sudah waktunya bangun, Di depan balai desa Ranupane terdapat
tanah lapang yang langsung terhubung dengan danau Ranupane, Diana, semuanya
berkumpul untuk memulai pagi yang cerah. Untuk pemansan, kami senam bersama.
Tidak semuanya ikut, hanya beberapa, peserta dan panitia, saja. Yang lain
mungkin masih sibuk dengan kepentingannya masing-masing . Sesaat setelah senam peserta briefing sejenak
tentang apa saja yang akan dilakukan hari ini. Sepertinya peserta sudah paham
semua tentang apa yang harus dilakukan. Langsung saja, peserta masuk ke balai
desa untuk packing dan mengambil carrier masing-masing. Kemudian, semuanya
bergerak ke Ranu Regulo, karena aktivitas selanjutaya akan difokuskan di Ranu
Regulo selama, hari ini.
Sebenarnya, pagi ini akan dilaksanakan semacam
ceremonial pembukaan Kenal Medan divisi GH. Tidak terlalu formal, sifatnya
hanya permisi saja kepada tokoh masyarskat setempat. Tapi, upacara ini beru
dilaksanakan. Karna kepala desanya tidak ada. Menurut warga. setempat, Pak
Kades pergi ke rumah bapaknya yang meninggal dunia. Kebetulan rumah bapaknya
yang meninggal sangat jauh dari Ranupane. Jadi agak sulit untuk dihubungi.
Selain itu, bapak camat yang seharusnya datang pagi ini juga tidak ada. Kantor
Kecamatan yang jauh dari Ranupane juga menyulitkan panitia, untuk
menghubunginya.
Ranu Regulo, tidak jauh dari Ranupane, tempat kami
menginap semalam. Berjarak sekitar
15 menit per jalanan kaki. Disini juga terdapat danau seperti halnya di
Ranupane. Hanya saja luasnya lebih kecil. Sesampainya di Ranu Regulo. Peserta,
diminta untuk mendirikan tenda dome. Sebelumnya, peserta sudah dibagikan dalam,
kelompok-kelompok. Terdapat empat kelompok dari total 22 Peserta.
Sekitar jam 8 pagi, sudah waktunya, sarapan. Peserta
mendapat nasi bungkus dari panitia. Pada, hari ini juga, materi pertarna akan
dimulai, yakni; materi manajemen expedisi. Tapi, terdapat kendala yang
menyebabkan materi pertama ini urung dilaksanakan,
pematerinya belum juga datang . Untuk mengisi kekosongan waktu ini. Peserta
diaajak untuk membahas tentang navigasi darat Peserta diberi peta tematik.
Berupa peta buta, hanya terdapat informasi titik-titik ketinggian, garis
lintang dan garis karfak. Peserta tampak antusias membahas materi ini.
Tidak terasa, hari sudah siang. Matahari bersinar
terik, tetapi tetap saja terasa dingin. Meski belum lapar, ternyata nasi
bungkus dan sie konsurmsi sudah datang lagi. Kami pun makan lagi. Setelah makan
siang. Seharusnnya, masih ada materi, yaitu materi navigasi darat. harems
pemateri belum juga datang. Kami hanya berkumpul-kwnpul sambil. bergurau.
Berbagi cerita, dan pengalaman menarik. Hari ini sangat menyanangkan.
Sorenya, tiba-tiba hujan turun. Sangat tidak
terduga, karma siangnya matahari bersinar cerah. Kami langsung masuk ke dalam
dome masing-masing. Hujan mi tidak terlalu degas, tapi berlangsung cukup lama.
Sudah terasa semakin dingin saja.
Hujan mulai reda. Semuanya normal kembali. Dan akhirnya yang ditunggu-tunggu
datang. Pematerinya sudah datang. Saat itu juga. dua orang panitia, berangkat
menjemput nasi bungkus untuk makan malam. Sebelum malam, porter makan malam
sudah datang. Nasi sudah siap disajikan. Sebelum dibagikan, peserta diajak ke
shelter untuk mengikuti materi navigasi darat. Karena, keterlambatan pemateri,
waktu penyampaian materi navigasi darat dipindah ke, malam hari yang sudah
disepakati sebelumnya dengan panitia. Di shelter peserta mendapat meteri
navigasi darat dari Kang Tommy selama satu jam lebih. Setelah mater navigasi
darat selesai disarapaikan. Peserta,
mendapat makan satu bungkus nasi. Karena, situasi di luar masih hujan. Peserta
memutuskan untuk menyantap makanan
Senin, 12 Juli 2010. Masih di Ranu Regulo. Kami
bangun pagi-pagi. Setelah semuanya bersih dan siap. Peserta, diajak senam.
bersama. Setelah senam, peserta briefing tentang spa saja yang akan dilakukan
hari ini. Terutama tentang perjalanan menuju Ranu Kumbolo, camp berikutnya.
Kemudian, seusai briefing pesrta diberi jatah makan untuk yang terakhir kalinya
dari panitia Karena setelah ini dan seterusnya, peserta wajib masak sendiri.
Setelah
sarapan, panitia damp packing barang-barang dan peralatan masing-masing.
Sebelum perjanan dimulai Kami berkumpul untuk berdoa bersama. Semoga segala,
perbuatan kita diridhai Allah SWT. Dan foto bersama, Perjalanan dimulai ke, pos
pendakian di Ranupane untuk
izin. Kami berhenti sebentar disana dan langsung melanajutkan perjalanan.
Seluruh peserta dan empat panitia serta pemateri welanjutkan Paualanan melalui
jalur ayak-ayak (G. Ajek-ajek). Sementara itu, panitia yang lainnya melanjutkan
perjalanan melalui jalur konvensional yang landai tapi lebih jauh.
Di jalur ayak-ayak. Perjalanan menanjak dari awal
sampai puncak Gunung Ajek-ajek, Kemudian menurun curam menuju Ranu Kumbolo.
Jalur ini sangat ekstrim, tapi lebih cepat dari jalur konvensional. Pada
awalnya, peserta sangat bersemangat menyusuri jalur ini. Tapi, saat jalur yang
dilewati semakin menanjak. Sebagian peserta mulai berhenti untuk beristirahat sejenak. Bahkan
panitia juga butuh beristirahat.
Peristirahatan pertama Kami berhenti untuk
beristirahat dan orientasi medan. Peserta membidik puncak G. Ajek-ajek dan G.
Regulo, dengan kompas prisma untuk memngetahui koordinat posisi dalam peta.
Dari GPS, karena yang lebih cepat untuk mengetahui posisi. Diketahui bahwa kami
berhenti pads titik S 08001'12" dan T 112055'419". Kami berhenti
cukup lama disana. Kemudian pedalanan dilanjutkan. Jalur yang dilewati semakin
menanjak saja dan semakin menguras energi. Dan sampailah kami di tempat yang
lumayan landai. Di sana kami beristirahat dan orientasi medan. Dari angka yang muncul di LCD monitor
GPS diketahui bahwa kami beristirahat di titik S 08001'35" dan T
112055'32". Tidak seberapa lama kami berhenti di sana. Kami langsung
melanjutkan per jalanan.
Perjalanan yang melelahkan ini mengantarkan kami
sampai di puncak G. Ajek-ajek. Disini kami berhenti lumayan lama untuk
bersistirahat dan orientasi medan. Lagi-lagi, dari layer GPS diketahui bahwa kami
berhenti di titik S 08°01'55" dan T 112055'01-. Dari titik ini kami bisa
melihat ke arah dua jalur dibawah kami. Ke belakang, kami bisa melihat jalur
yang tadi kami lewati. Ke depan, kami melihat jalur yang akan kami lewati
sangat curam.
Kami melanjutkan perjalanan agar cepat sampai Ranu
Kumbolo dan bisa beristirahat sepuasnya. Kami menyusuri jalur yang curam. Turun
ke bawah dan terus maju ke depan. Dan pada akhirnya kami sampai di tempat yang
landai untuk istirahat sejenak. Kami tidak berorientasi medan di sini. Setelah memulihkan energi yang terkuras kemi melanjutkan
perjalanan.
Sebelum sampai Ranu Kumbolo. Kami disambut padang
sabana yang sangat luas. Diantara perbatasan pepohonan besar dan padang sabana.
Terdapat dua orang warga, mungkin warga Ranupane, sedang duduk-duduk santai
dengan anjing-anjingnya. Anjing mereka ini membuat kami harus jaga jarak. Karma
anjingnya menggonggong terus ketika kami hendak lewat. Takut diterkam.
Ketika melewati padang sabana yang luas. Kami takjub
dengan pemandangan sekitar. Di padang sabana yang luas ini. Dan kejauhan rekan
kami tampak sangat kecil. Kami menyusuri jalan di tengah padang ini kami sampai di Ranu Kumbolo. Di sana kami
akan bermalam.
Sesampamya di Ranu Kumbolo. Kami mendirikan tenda
dome masing-masing. Peserta harus
mendirikan dome dan memasak. Mulai hari ini, Peserta memasak sendiri
kalau mau makan. Di sini kami juga berorientasi
medan, dari GPS diketahui kami berada pada titik S 08°03'04" dan T
112055'03".
Petang, ketika matahari mulai terbenam. Peserta
dihimbau, untuk berkumpul di
shelter untuk mengikuti materi berikutnya setelah
makan. Waktu berselang dan peserta, pun sudah berkumpul di shelter. Di sini
peserta, mendapat materi tentang survival. Mated berlangsung santai. Tidak
hanya pemateri saja yang berperan aktif disini, tetapi pesertanya juga. Kami
sharing, kami berbagi cerita, dan pengalaman tentang teknik-teknik survival dan
apa saja yang bisa dimanfaatkan di hutan selama menjadi survivor. Kami belajar
segalanya. Mulai dari membuat api sampai mengenali vegetasi di hutan yang dapat
dikonsumsi dengan aman. Sampai materi berakhir, kami masih disan, untuk
mempererat hubungan kita.
Selasa, 13 Juli 2010. Seluruh peserta dan panitia
bangun pagi untuk mempersiapkan perjalanan berikutnya. Seperti hari sebelumnya,
setelah bangun pagi, semuanya. membersihkan diri masing-masing. Entah sekedar
cuci muka atau, sikat gigi. Selanjutnya senam pagi dan packing dan sarapan. Semuanya sibuk dengan
urusannya masingm masing.
Sebelum keberangkatan ke kalimati. Peserta, dan
panitia, serta pemateri berkumpul untuk briefing dan berdoa bersama, untuk
mengawali Tepat sebelum berangkat. Kami berfoto bersama. Bersama peserta,
bersama panitia, bersama. pemateri. Tidak semua, panitia, ikut meneruskan
perjalanan. Dua orang panitia, ditinggal di Ranu Kumbolo, sebagai base camp. Di
sana, peserta, boleh menitipkan barang yang sekiranya tidak perlu dibawa, ke
kalimati.
Kali ini perjalanan kami langsung dambut tanjakan
ekstrim. Yaitu tanjakan cinta Awal perjalnan yang sangat melelahkan. Ketika
melewati puncak dan menuruni bukit, kami sampai di Oro-pro Ombo. Sebuah padang
sabana yang lebih luas dari pada padang sabana, yang kami lewati kemarin. Sesampainya di Cemoro Kandang.
Perbatasan antara padang sabana dan vegetasi pepohonan besar. Kami berhenti
untuk beristirahat. Selain beristirahat, di sini kami juga, berorientasi medan
untuk menentukan letak kami dipeta. Diketahui posisi kami berada pada titik S
08003'39" dan T 112054'03". Disini, pemateri juga meminta para
peserta untuk mencari dan mengumpullm segala vegetasi yang mungkin bisa
dikonsumsi untuk dibabas di pemberhentian peristirahatan berikutnya.
Pengumpulan vegetasi ini merupakan lanjutan dari materi survival semalam.
Selama perjalanan. Peserta
mengumpulkan berbagai macam vegetasi yang mungkin bisa dikonsumsi oleh seorang
survivor. Berbagai macam tumbuhan dapat dikumpulkan peserta seperti, arbei
hutan dan strawberry hutan. Sesampainya, di Kalimati. Kami berhenti untuk beristirahat dim membahas berbagai macam tumbuhan bisa, langsung dimakan
dan beberapa, lainnya harus dimasak terlebih dahulu sebelum dikonsumsi. Bahkan
ditentukan beberapa tumbuhan yang bisa dugunakan sebagai obat
Perjalanan dilanjutkan menuju Jomplangan. Tempat
peristirahatan berikutaya di tengah hutan. Kami berjalan menyusuri jalur yang
sebagian tertutup semak belukar. Di jomplangan kami beristirahat sangat lama.
Kami memasak air untuk membuat kopi atau teh. Kami makan biskuit dan roti untuk
mengganjal perut supaya bisa melanjutkan perjalanan selanjutnya. Di Jomplangan
ini kami berorientasi lagi dan di ketahui bahwa kami sedang beristirahat di
titik S 08004'28" dan T 112054'50".
Kalimati semakin dekat. Kami langsung melanjutkan
pajalanan menuju kalimati yang tidak jauh lagi. Kami melewati Jambangan sebelum
sampai di Kalimati. di Kalimati kami berisitirahat disini. Bermalam separuh
malam sebelum melenjutkan pendakian ke puncak. Sampai di Kalimati, kami
mendirikan dome dan memasak untuk makan malam. Kami masak lebih banyak dari
biasanya karma akan membutuhkan banyak energi untuk per alanan menuju puncak
Mahameru.
Setelah mendirikan dome dan memasak. Peserta di
kumpulkan lagi guna mengikuti materi selanjutnya, yakni mateir tentang
manajemen perjalanan dan manajemen gizi. Di situ dibahas semua hal tentang
perencanaan perjalanan sampai kandungan gizi dan protein yang dibutuhkan oleh
seorang pendaki. Kali ini materi disampaikan sore-sore saat hawa semakin
dingin. Sore ini juga di babas tentang persiapan perjalanan ke puncak nanti
malam.
Peserta diberitahukan bahwasannya malam ini. Sekitar
jam 11 atau jam 12 malam harus bangun untuk melanjutkan perjalanan ke puncak.
Artinya, peserta. dan panitia harus tidur lebih awal.
Beberapa saat kemudian, ketika semuanya sudah siap
untuk beristirahat. Hujan tiba-tiba menggguyur. Hujannya deras sekali. Kami
hawatir kami gagal berangkat kepuncak malam ini. Di luar dugaan. Ketika hujan
semakin deras. Tenda dome panitia kebanjiran. Ternyata, tempat panitia
mendirikan tenda adalah jalumya air ketika sedang hujan di Kalimati. Spontan
para panitia menyelamatkan diri. lari menuju shelter. Panitia cepat-cepat
memnyelamatkan barang yang memungkinkan diselamatkan saat itu juga. Beruntung
para peserta yang mendirikan di tempat yang lebih tinggi. Mereka tidak
kebanjiran seperti halnya panitia Mereka tertidur pules.
Saat menunggu hujan reda. Panitia berlindung di
shelter. Saat hujan sedikit reda. Panitia mengevakuasi barang-barang di dome ke
shelter. Dan ketika hujan sudah reda, tenda dome dipindah ke tempat yang lebih
tinggi agar tidak kebanjiran lagi. Ketika semuanya sudah bares. Semuanya tidur
lagi.
Rabu, 14 Juli 2010. Kami terlambat bangun dari
rencana awal keberangkatan ke puncak. Kami berencana berangkat sekitar jam
12-an, tapi bare terbangun sekitar jam setengah dua. Keterlambatan ini membuat pantia
berpikir apakah tetap melanjutkan perjalanan ke puncak malam ini atau
dibatalkan saja. Dengan keyakinan yang mantap. Kami mernutuskan untuk tetap
melanjutkan perjalanan malam ini. Didukung oleh cuaca yang cerah.Terlihat
bintang bertaburan di langit Kami membangunkan semua peserta. Ternyata peserta
sudah siap berangkat. Langsung saja peserta diberangkatkan menuju kepuncak.
Di perjalanan ke puncak di malam yang gelap ini.
Setiap orang dipersenjatai dengan senter masing-masing. Sorotan cahaya senter
saling bertabrakan.Perjalanan menuju puncak. Jalur yang kami lewati menanjak
terus. Dari awal sampai akhir Tidak ada tempat landai selain di sekitaran
Arcopodo. Kami tidak bisa, memaksakan diri. Setiap badan terasa, lelah, kami
harus berhenti untuk beristirahat. Perjalanan menuju puncak ini sangat
melelahkan danbutuhperjuangan.
Ketika, sampai di puncak. Matahari sudah terbit.
Dipuncak sana kami bersyukur telah diberi kekuatan sehingga kami sampai di
puncak. Kami tidak bisa,
berlama-lama di puncak karena suhu yang sangat
dingin. Sebagian peserta turun lebih dahulu karena tidak tahan kedinginan.
Diwaktu yang singkat ini. Kami berfot-foto ria, di puncak. Setelah puas
berfoto, kami turun dan puncak dengan hati puas. Apalagi seat turtm tidak
dibutuhkan tenaga, terlatu banyak. Tetapi, tetap harus berhati-hati. Kami
menurum puncak mahameru yang berpasir hingga masuk ke hutan pinus di Arcopodo.
Kami makan pagi di Kalimati. hari ini juga kita akan
turun, kembali ke Ranu Regulo. Semua peserta, dan pantia mempersiapkan
segalanya, packing dan sarapan. Di Kalimati tidak ada, sumber air. Kalau mau
mengambil air harus turun ke Sumber Mani. Di sana terdapat sumber air yang
mengalir.
Tujuan selanjutnya adalah pulang. Kembali ke Ranu
Kumbolo lulu. perjalanan ini terasa cepat. Kami kebanyakan jalur yang kami
lewati landai dan menurun. Kami tetap, berhenti untuk beristirahat tapi tidak
perlu terlalu lama. melewati jalur yang
sama dengan jalur yang kami lewati ketika berangkat kemarin. Kami melewati
Jambangan, Cemoro Kandang, Oro-oro Ombo, dan sampai di Ranu Regulo.
Di Ranu Regulo kami masih harus bermalam semalam
lagi. Karena tidak mungkin melanjutkan perjalnan karena sudah sore. Dan
lagipula masih ada materi yang tersisa. Materi SAR. Malam ini adalah malam
terakhir di alam bebas.
Seperti hari-hari sebelumnya. Setiap sore selalu
turun hujan. Kadang deras dan kadang biasa-biasa, saja. Sore ini, materi tidak
dapat disampaikan di shelter yang sama dengan kemarin karena Belum dihuni oleh
pendaki lain. Kami menggunakan shelter belakang yang lebih kecil. Tapi tetap
nyaman, bahkan mungkin lebih hangat karena, berdesakdesakan.
Setelah materi disampaikan. Kami semua kembali ke
dome masing-masing untuk berisitirahat. Menikmati sisa, kehidupan di alam bebas
ini. Besok kami akan pulang.Kamis, 15 Juli 2010. Masih di Ranu Kumbolo dan
masih tetap seperti hari-hari sebelumnya. Kami bangun pagi dan membersihkan
diri masing-masing dilanjutkan masak, makan dan packing, sebelum
berjalan pulang ke Ranupene.
Pada perjalanan pulang kali ini kami tidak lewat
jalur ayak-ayak, melainkan melalui jalur konvensional, Ketika, semua sudah
sampai dan packing. Kami bersiap-siap untuk perjalanan pulang ini. Jalur
konvensional memang lebih jauh tapi lebih landai. Tidak cepat menguras tenaga.
Kami berjalan cepat hari ini, jalannya, tidak hanya landai, tapi juga menurun.
Kami menyusun jalan yang panjang. Melewati lereng bukit dan lembah. Melewati
tebing yang tinggi. Perjalanan yang panjang ini mengantarkan kami kembali ke
Ranupane
Di Ranupane kami masih hares menunggu truk yang akan
mengantar kami pulang ke Malang yang tak kunjung datang. Beruntung ada truk
lewat dan bersedia, mengantar kami dengan harga bersahabat. Dalam perjalanan
pulang ini, sempat terasa kendala. Roda truk yang kami tumpangi hampir terlepas
dari as-nya. Beruntung sopir dan penumpang menyadarinya sebelum peristiwa, yang
lebih buruk tadi.
Setelah sampai di UIN Malang kamipun beristirahat
dan bercengkrama, dan saya berpisah dengan bang Buaya (Adi), aku berangkat ke
Jakarta bersama anak- anak Ranita, setelah dua hari di Jakarta akupun langsung
beli tiket ke Pekanbaru,
Bentuk Kegiatan
Kegiatan MKM divisi Cmnung hutan (GH) ini adalah
sebuah kegiatan pendakian bersama yang diselipi berbagai materi tentang GH.
Berbagai ilmu yang bermanfaat untuk kegiatan di alam bebas.
Muatan Materi
1. Navigasi Darat
2. Survival
3. Manajemen
Expedisi
4. Manajemen
Gizi
5. SAR
Hasil Kegiatan
Hasil dari kegiatan yang
kami lakukan berupa titik koordinat di
beberapa tempat, seperti:
Ranu Regulo
|
S 08001'12"
T 112°55'41"
|
Ayak-ayak
|
S 08001'55"
|
T 112055'01"
|
|
Ranu Kumbolo
|
S 08'J03'04"
|
T 112055'03".
|
|
Cemoro Kandang
|
S 08003'39"
|
T 112054'03"
|
|
Jomplangan
|
S 08'J04'28"
|
T 112054'50"
|
Rekomendasi untuk MKM Berikutnya
Ø
Materi sekaligus aplikasi
(praktek), malamnya materi, besoknya langsung aplikssi di lapangan
Ø
Penghijauan
Ø
Meninggalkan sesuatu hal
yang bisa dikenang oleh warga, setemapat. Sehingga, jika,
suatu saat nanti kita kembali. Masyarakat masih ingat dengan kita.
Ø Materi
yang disuguhkan lebih singkat dan jelas
Ø
Standardisasi materi MKM ke
tingkat yang lebih tinggi karna setiap peserta. MKM sudah memiliki NIA yang
pasti sudah paham tentang dasar-dasar meteri dan ingin belajar ilmu yang lebih
lanjut lagi.
Daftar Peserta MKM Divisi GH
Kelompok 1
Nama asli
|
Nama lapangan
|
Asal organisasi
|
Arif Zanuar K
|
Teyeng
|
Mahaspala
|
Ahmad Lukman
|
Kakus
|
Mahaspala
|
M. Garry H
|
Vented
|
MPA. Meratus
|
R. Nofrinaldi
|
Capunk
|
MPA. Suska
|
Risky Akbar
|
Sotil
|
Himalaya
|
Kelompok 2
M. Syarif H
|
Copet
|
Mawapala
|
Irham W.P
|
Mongnker
|
Mapalaska
|
Ekki N.R
|
Jompal
|
Ranita
|
Awalludin mas choirul
|
Sogol
|
Mapala Pasca
|
Rendi S
|
Lincung
|
Himalaya
|
M.Ridhani F
|
Doweng
|
MPA. Meratus
|
Kelompok 3
Tezar Alfi Syahdan
|
Abuz
|
Arkadia
|
Hendra
|
Pinokio
|
Muhibbul Bi’ah
|
Aspul
|
Karu
|
Muhibbul Bi’ah
|
Yuda Azizil
|
Peta’
|
Maharipal
|
Kelompok 4
Dewi Mandasari
|
Nury
|
Mispala Cosmosentris
|
Fajar
|
Bito’
|
Mispala Cosmosentris
|
Abdurrahman
|
Kangguru
|
Mispala Cosmosentris
|
Budiman
|
Kangguru
|
Mapalasta
|
Firman Akbar
|
Biri-biri
|
Mapalasta
|
Novita Amir
|
Perkutut
|
Mapalasta
|
A.Yaqub
|
Cita’
|
Mappesompae
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar