Hari ini ujian perdana kenaikan kelas disekolah favorit SMA 1 Manado tempat Salsa olivia putri, mata pelajaran yang diujiankan cukup mengasyikkan, walaupun hari-hari berikutnya adalah hari yang akan membosankan untuk cewek kelahiran Manado ini. Karena pelajaran yang rumit semua, tetapi cukup cakap mental Salsa untuk menghadapinya. Sedikit menguji mental dan otaknya, karena selama ini salsa tidak begitu serius untuk menikmati pelajaran-pelajaran yang ada disekolah.
Akhir-akhir ini salsa sedikit berubah, kebiasaannya yang suka mengkhayal dikelas dan kebiasaan jelek yang baru-baru muncul dalam diri salsa, dia suka tidur dikelas, sudah berpuluh-puluh kali ditegur kepala sekolah. Tetapi sosok seorang Salsa tidak bisa dianggap begitu jelek karena pada aslinya salsa adalah bintang sekolahan, cerdas dan energic, hanya belakangan ini salsa terlihat berubah tidak seperti biasanya.
Secara, survey dilapangan belum ditemukan penyebab utama dari gejala-gejala perubahan Salsa. Ahli psikologis berpendapat jangan-jangan nilai Salsa down gara-gara Salsa putus dan patah hati…???
“ What???”
“ Timpal Rere kaget dengan mulut besarnya.”
“ Karena pacaran dan soal patah hati…? Nggak, nggak mungkin sela Miranda dengan cepatnya. Setahu gue, Salsa dari SMP udah doyan tuch pacaran dan dia senangnya gonta ganti cowok, dan mana mungkin dia patah hati, bukannya dia yang sering….
“ Mmmh….!!”
“ Benar Mir, you excelent today. Celetuk Sandra dengan bijaksana gaya pak Smit guru bahasa inggris mereka. Memang menurut gue tuh anak smart dan menarik, baik dan pantaslah diidolain banyak cowok, nggak kayak kita yang gila-gila ini. Salsa juga sering mutusin pacarnya kalau dia sudah bosan. Dan waktu Salsa sama Ben aja nilai dia oke-oke aja, nggak ada masalah.
“ Terus….? Kalau nggak persoalan itu apa coba yang membuat Salsa berubah?? Potong Celse.
“ Tauk!! Kata Rere dan Sandra bersamaan.”
“ Tetapi gue lihat Salsa banyak murungnya sekarang, ngomong sama kita aja jarang banget, akhir-akhir ini dia lebih suka tenggelam dengan novel-novel favoritnya. Suka menyendiri.”
“ Ups…jangan-jangan lagi ada masalah dengan Roy, mereka kan sering bertengkar, apalagi si Roy yang dingin dan super cuek itu.”
“ Roy…??”
“ Iya Roy!”
“ Sok tahu loe nenek lampir…celetuk Miranda dan mencibir kearah Rere. “
“ Tunggu, menurut gue kata-kata Sandra ada benernya juga, mungkin aja Salsa sama Roy ada masalah dan mungkin juga Roy udah bikin Salsa marah dan kesel. Atau Salsa lagi kesel sama Roy karena apa yang diingini Salsa nggak dapat, kan Roy anak nya perhitungan dan…”
“ Hus! Ngomong ditahan jeng, kalau kedengaran Roy, mampus loe!”
“ Alah, biarin kenyataan kok, Rere membelah diri.”
Bel pulang berbunyi anak-anak lain pun berhamburan keluar kelas, Best Friend pun menghenti kan pembicaraan mereka masing-masing dan pulang.
***
Dikamar yang cukup luas, hiasan dinding yang menarik mata untuk memandang, gadis Manado yang mempunyai mata keturunan ayah nya, sipit dan berkulit putih milik ibundanya. Salsa menerawang kelangit-langit kamarnya. Sesekali berdehem dan memejamkan matanya. Tiba-tiba bayangan yang baru dia kenal menggelitik mata dan imajinasinya. Sosok pria yang berkulit putih, tinggi, mempunyai hidung seperti keturunan india, dewasa dan jauh berbeda dengan sosok Roy yang cuek dan egois, yang selama ini bersamanya. Sosok itu bernama Jho.
Jho mengantar Salsa pulang, setelah mereka makan siang dikafe” Casfell Beauty” Jho mentraktir Salsa sebagai tanda perkenalan mereka. Jho memesan dua piring nasi goreng ayam bakar dan dua just wortel, Salsa terkejut menu yang dipesan Jho. Gue tahu kok, pasti suka kan? Senyum Jho, Salsa membalas senyum Jho dan memegang handpone nya dengan erat, Salsa merasakan aliran listrik yang mengaliri urat-uratnya. Berusaha Salsa bersikap biasa, supaya Jho tidak mengetahuinya, dan kembali membaca pikirannya. Kalau kamu mau tahu dimana aku tahu, nggak usah kamu Tanya, aku akan bilang kalau aku tahu dari mata indahmu. Goda Jho membuat Salsa kembali risih dan salah tingkah. Jho kembali tersenyum manis, dan itulah yang membuat Salsa gelisah malam ini. Apalagi ketika tangan Jho menyentuh bibirnya, ketika Jho menghapus sisa makanan yang tertinggal ditepi bibirnya.
“ akh…! Kenapa sech loe hantui gue??”
Kenapa loe nggak mau hilang dari pikiran gue?? Rintih Salsa.
“ Ayo Salsa, loe jangan mikirin dia mulu, loe tuch baru kenal sama dia. Loe nggak boleh,nggak boleh Sal…!!!”
Kring…kring… handpone genggamnya bordering lantang, membuyarkan semua yang di khayalnya. Diraihnya handpone dari meja belajarnya.
“ Jho??”
“ Hello manis, udah mau bobok yach?” terdengar suara Jho yang ringan dari sebrang sana.
“ Ee..e..e…iiya, sahut, Salsa terbata-bata”
“ Oke, met bobok yach, mimpiin aku. Dan suara Jho pun berakhir, Salsa pun merasa lesu.
“ Kenapa sech…??” sahut Salsa.
“ Jho diantara aku dan Roy.” Raut wajah Salsa yang terlihat tidak menginginkan semuanya terjadi. Gue nggak mungkin menghancurkan semuanya , gue nggak mungkin boleh khianati cinta gue sendiri. Gue nggak boleh jatuh cinta lagi…nggak!!” teriak Salsa.
***
Disekolah, pagi yang cerah, anak-anak sudah berdatangan bermacam ragam raut muka.
“ Sal, loe…putus yach sama …e…sama Roy? Gue turut bersedih yach Sal.”
“ Hey…belalak Miranda kearah Celse, sudah lah Sal lupain aja kata-kata nenek lampir sembarangan ngerocos aja. Ngomong nggak pake mikir.
“ Maaf…timpal Celse…memelas.”
“ Sal, loe baik-baik aja kan? “ apa loe sakit?? Miranda mendekati sahabatnya.
“ Morning…gusy’s…Rere berlari kearah Miranda, Celse, Sandra dan Salsa,sorry gue telat, soalnya si Rocky telat jemput gue dari biasanya, kata dia tadi…”
“ Tadi apa?? “Belalak Miranda kearah Rere. Maaf gue nggak tahu kalau disini ada Salsa, sorry yach…!
“ Yach udah, kita masuk sekarang yuk, ajak Sandra keteman-temanya. Ayo sahut Miranda dan Celse…barengan.”
Eee… loe mau kemana jeng? Rambut Rere ditarik Celse. Karna melihat tingkah laku Rere yang mau melarikan diri dari mereka. Eee… gue mau ketemu sama kapten basket kita dulu, kapten kita yang baru, memengnya gue belom bilang yach sama loe semua?? Gue cabut yach…
Eee…ntar gue kaduin loe sama Rocky, tetapi Rere keburu jauh dan tidak mendengarkan ancaman Celse.
Merekapun melangkah menuju kelas. Miranda melihat kearah Salsa dengan wajah yang tertekuk, dan tidak secerah biasanya, akhir-akhir ini Salsa terlihat murung dan tidak bersemangat. Ntah apa yang membuat sahabatnya seperti itu.
“ Sal…!”
Loe kenapa Tanya Miranda hati-hati, takut nanti dia salah bertanya. Setelah Miranda yakin suasana yang cocok untuk mendekati sahabatnya.
Ntahlah Mir, gue juga bingung, kenapa akhir-akhir ini. Gue minta maaf juga karena gue udah cuekin kalian semua. Gue bingung aja dengan perasaan gue. Loe tahu Jho kan?? Jho yang pernah gue certain tempo lalu, semenjak pertemuan kami , dia malah usik pikiran gue terus, dia selalu ada dalam bayangan dan diantara gue sama Roy. Jho berusaha deketin gue, Jho sempat nembak gue, dan bilang sayang sama gue. Dan dia nggak pernah ingin tahu kalau gue udah milik Roy, Jho sering dating kerumah, ajak gue jalan dan kencan. Gue nggak bisa nolak, gue merasa bersalah banget sama Roy, gue takut dan bingung Mir.
Sal…apa Roy tahu semua ini?
Nggak Mir, Roy nggak tahu, Roy sekarang sibuk dengan kegiatannya sendiri, Roy juga jarang hubungi gue, karena disisi lain gue merasa nyaman dan senang bersama Jho, tetapi gue nggak bisa bohongi perasaan gue sama Roy.
Memangnya loe udah balas kata-kata Jho? Nggak Mir gue nggak kasih jawaban apa-apa sama Jho. Gue Cuma diam setiap dia bertanya, dan dia selalu bilang, kalau dia percaya dengan jawaban gue. Gue bingung mau ngapain lagi, andai Jho pergi nggak ada yang sebaik dia. Tetapi kalau Jho ada gue mersa sakit untuk Roy.
“ Sal loe nggak usah bingung, gue Cuma khawatir sama loe, tanpa sadar loe udah sakitin diri loe sendiri. Loe tahu prestasi loe selama ini loe sia-siakan. Loe nggak seperti gue dan lain kenal. Loe jauh berubah, Salsa yang gue kenal, riang dan nggak kusam kayak gini. Sal, loe teman gue dan yang lainnya, kita bisa atasi bareng-bareng, gue dan yang lain nggak pengen liat loe begini lagi, loe harus kayak dulu lagi.
“ thanks yach guy’s, maafin gue. Loe semua emang best friend gue. Salsa memeluk sahabatnya.
Dan merekpun kembai bersama-sama lagi. Menikmati celotehan guru favorit mereka yang mengajar didepan kelas. Miranda melirik sahabat yang disebelahnya. Dan menebar senyum kesudut penjuru kelas, senyum kebahagiaan untuk sahabatnya.
***
“ Hey Sal…aku anterin pulang yach…” senyum manis Jho mengembang dibibirnya dan menambah aura indah yang dimiliki Jho. Bagi Salsa dia nggak boleh terjebak lagi.
“ Hey Jho… mmmh, maaf gue nggak bisa, soalnya hari ini gue udah janjian sama teman-teman.
Tetapi Sal…aku kan udah nungguin kamu disini dua jam, dan aku udah bela-belain juga ninggalin kerjaan Cuma untuk jemput kamu Sal…!
Jho keluar dari mobil, mendekati Salsa, memegang bahu Salsa menatap lekat mata Salsa.
“ Sal…! aku…
“ nggak Jho kamu nggak bisa maksain aku, maafin aku Jho…”
Tetapi Sal??
“ Jho, aku bukan yang terbaik untuk kamu, aku udah jahat sama kamu, aku udah mainin perasaan kamu, aku udah sakiti dan gantungin perasaan kamu. Salsa menahan perasaan sakit yang merebak dihatinya, berat didalam hatinya untuk menutupi semuanya. Jho aku nggak bisa terima kamu, aku nggak bisa Jho, kamu bisa lupain aku mulai sekarang. Dan terima kasih hadiah dari mu, tetapi aku nggak bisa terima, Salsa melepaskan cicin yang ada dijari manisnya, dan memberikanya kembali kepada Jho. Salsa pun berlalu meninggalkan Jho, meninggalkan perasaan luka untuk Jho.”
“ Sal, aku tulus sayang sama kamu teriak Jho, namun Salsa tidak menoleh lagi. Sal, aku tahu kalau kamu juga sayang sama aku…Salsa menghentikan langkahnya. Membalikkan badan , Salsa memejam kan matanya luka yang dibawanya terasa menggerogoti hatinya, sebuah rasa yang disimpan untuk Jho yang tidak bisa dia berikan. Dia tidak bisa menkhianati sebuah rasa yang dia miliki untuk seseorang yang disayangnya. Salsa meneruskan langkahnya dengan sayap yang patah untuk Jho. Maafin aku Jho…”
ini cerpen ku. /. /
BalasHapussayang...
BalasHapus:)
BalasHapus